
Apa Itu Happy Hypoxia ?
Nomalnya, oksigen yang diperoleh melalui kegiatan bernapas akan diangkut oleh darah dari paru-paru menuju ke jantung.
Jantung selanjutnya akan memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Kadar oksigen di
dalam darah (saturasi oksigen) ada pada rentang 95–100% atau sekitar 75–100 mmHg. Kadar oksigen dalam darah yang berada
di bawah batas tersebut mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga menimbulkan kondisi hipoksemia atau hipoksia.
Gejala hipoksia berbeda-beda pada setiap penderitanya. Gejala kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dan memburuk
dengan cepat (akut) atau berkembang secara perlahan (kronis).
Ada beberapa gejala hipoksia yang umum terjadi, di antaranya:
Tubuh terasa lemas
Kulit terlihat pucat
Kuku dan bibir berwarna kebiruan (sianosis)
Detak jantung menjadi cepat atau melambat
Batuk-batuk
Sesak napas
Sakit kepala
Jika tidak segera ditangani, hipoksia dapat menyebabkan penderitanya mengalami linglung, penurunan kesadaran, atau
bahkan koma. Meski demikian, pada kondisi tertentu, hipoksia bisa terjadi tanpa gejala apa pun dan baru terdeteksi
ketika seseorang menjalani pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen menggunakan alat pulse oximeter.
.